Faradilla Diffa Ardhani, siswi SMAN 2 Kediri yang berhasil meraih gelar Duta kesehatan Kota Kediri sekaligus Duta kesehatan Provinsi Jawa Timur ini lahir di Kediri tanggal 8 Februari 2000. Gadis yang berumur 16 tahun ini bercita-cita menjadi dokter.
Awal perjuangannya untuk menjadi duta kesehatan kota adalah melewati
seleksi sekolah terlebih dahulu. Seleksi sekolah sendiri diseleki oleh guru dan
oleh Bella Puspita yang kebetulan juga duta kesehatan kota Kediri sekaligus
Jawa Timur tahun 2014. Setelah lolos seleksi sekolah, Gadis yag lebih dikenal
dengan sebutan Diffa ini berjuang di tingkat kota yang diselanggarakan pada
bulan September 2015 di Dinas Kesehatan Kota Kediri yang berlangsung selama 2
hari. Hari pertama para peserta calon duta kesehatan kota Kediri diberikan tes
tulis dengan materi kesehatan lalu hari kedua adalah tes bakat dan tes
wawancara . Siswi SMAN 2 Kediri ini berhasil meraih juara 1 di tingkat kota
yang berarti Diffa adalah perwakilan kota Kediri untuk maju di tingkat Provinsi
Jawa Timur. Seleksi di tingkat provinsi jauh lebih melelahkan karena berlangsung selama 4 hari 3 malam di Surabaya
pada bulan Oktober 2015. Acara pada hari pertama dan kedua adalah tentang
materi kesehatan yang lebih dalam dan lebih banyak. Tidak hanya materi kesehatan
tetapi juga ada materi tentang attitude seperti ‘table manner’. Acara pada hari
ke 3 dan 4 adalah tes tulis tentang materi yang telah diberikan pada hari
pertama dan kedua dan tes wawanacara serta tes bakat . Diffa berhasil menembus
5 besar siswi terbaik di Jawa Timur yang masih akan diseleksi lagi pada malam
harinya di acara grand final. Di acara grand final mereka diberi pertanyaan
langsung oleh juri yang akan dijawab selama satu menit oleh setiap peserta. Dan
setelah perjuangan yang cukup panjang dan melelahkan Diffa berhasil meraih
juata 1 serta gelar Duta Kesehatan Jawa Timur.
“Untuk menjadi Duta Kesehatan dibutuhkan 3 hal yaitu ‘brain’ atau pegetahuan , ‘attitude’ atau cara kita bersikap dan talenta”, ujar Duta Kesehatan Jawa Timur tersebut. Diffa mengakui bahwa untuk menjadi duta kesehata yang dibutuhkan bukan hanya kepintaran saja tetapi juga bakat serta attitude. Diffa juga mengakui setiap perjalanannya ketika menjadi duta kesehatan jawa timur ada suka serta dukanya. Diffa mengaku senang menjalankan tugasnya dengan berbagai macam program kerja yang harus ia lakukan. Gadis ini percaya bahwa dengan menjadi duta kesehatan adalah langkah awal untuk mengejar dan mewujudkan mimpi dan cita-citanya. Gadis ini juga percaya semua pencapain yang telah ia raih juga karena dukungan orang- orang tersekatnya seper keluarga,sahabat dan pihak sekolah.
Ketika ditanya mengenai generasi emas bangsa Indonesia, Diffa cukup
prihatin karena banyak dari generasi muda saat ini terjerumus terhadap hal hal
negative seperti narkoba, seks bebas dan lain lain. Tetapi diffa juga mengakui
bahwa beberapa generasi juga telah berusaha untuk menjadi generasi yang berguna
bagi dirinya sendiri serta bagi bangsa dan Negara. Menurut Diffa cara untuk
menjadi generasi emas adalah memulai dari komitmen dari diri sendiri. Jika dari
dalam diri setiap orang sudah ada komitmen yang kuat untuk menjadi lebih baik,
pasti bisa meraih tujuan yang baik diiringi dengan usaha serta doa.
Generasi muda akan menjadi generasi yang sangat berpengaruh untuk
masa depan bangsa. Karena bagaimanapun juga, dakui atau tidak, generasi muda
akan menjadi pemipin, akan menjadi asset bangsa di masa dapan Oleh karena itu
kita sebagai generasi muda harus memulai dari diri kita sendiri untuk selalu
berkomitmen menjadi lebih baik dan berkomitmen untuk menjadi generasi emas
Indonesia.
“Jangan tanya apa yang
sudah Negara berikan untuk kalian, tetapi tanyalah pada dir kalian sendiri, apa
yang telah kalian berikan untuk Negara?”

0 komentar :
Posting Komentar